Pemda Maluku Tengah Mencatat Sebanyak 18 Ribu Pekerja di Daerah itu Belum Terdaftar BPJS Ketenagaker
User

Pemda Maluku Tengah Mencatat Sebanyak 18 Ribu Pekerja di Daerah itu Belum Terdaftar BPJS Ketenagaker

MALTENGKAB – Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah mencatat sebanyak 18 Ribu pekerja di daerah itu belum terdaftar kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu L. Leleury. Dimana dalam rapat kerja bersama BPJS Ketenaga Kerjaan di Masohi Selasa pagi 9 Maret 2021 menyebutkan, sebanyak 81.120 Pekerja di daerah itu belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kurang lebih sekitar 18 ribuan pekerja di Maluku Tengah ini belum terdaftar sebagai peserta BPJS Tenagakerjaan,”Kata Leleury dalam rapat Tim Pengendali Pengawasan Pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di Lantai III Kantor Bupati. Dia menjelaskan, jumlah pekerja terdiri dari berbagai sektor. Diantaranya, Para perangkat Pemerintah Negeri, hingga badan saniri Negeri, Pengelola BUMNEG, Pelaku UMKM dan bahkan Pengelola Koperasi Aktif hingga Nelayan, Petani, Pedagang Pasar, dan Sopir angkot.

Terkait hal itu Leleury menegaskan bahwa Pemerintah daerah telah berupaya memberikan perlindungan pekerja dengan melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan setempat. Terkait hal itu katanya, Bupati Tuasikal Abua juga sudah menerbitkan SK Pembentukan Tim Pengendali Pengawasan Pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten yang dikeluarkan pada Agustus tahun lalu. Dengan pertimbangan masih banyak di daerah tersebut pekerj yang belum terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Atas dasar itu juga Pemda akan berusaha mendorong agar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Maluku Tengah maksimal.

“Saya sangat berharap kedepannya kita terus berupaya keras mendorong penyelenggaraan program BPJS Ketenagakerjaan serta memberikan edukasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat pekerja sehingga mereka dapat terlindungi dalam melakukan aktivitas bekerja,”katanya.

Wabub berharap ada sinergitas yang baik antara Pemerintah Daerah, Instansi terkait dan BPJS Ketenagakerjaan. “Tentunya harapan kita bersama bahwa, melalui kerja keras dan sinergitas yang baik antara Pemerintah Daerah, Instansi terkait dan BPJS Ketenagakerjaan maka dapat mendorong Kabupaten Maluku Tengah sebagai Nominasi Penerima Paritrana Award Tahun 2021,” harapnya. Agenda itu juga sekaligus dilakuka penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja meninggal dunia untuk ahli waris dari Almarhum Jaenal seorang Pekerja Proyek Jasa Konstruksi PT Tunas Harapan Maluku, yang mengalami kecelakaan kerja dalam Pembangunan Kantor Informasi Publik dan Dinas Infokom Sebesar Rp. 118.000.000.


Image

Write a Facebook Comment

Leave a Comments

Kanan - Iklan Sidebar

Jejak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang penaganan Covid-19 di Maluku Tengah