Pertambangan dan Galian

PDFCetakSurel

PERTAMBANGAN DAN GALIAN KABUPATEN MALUKU TENGAH

Potensi bahan galian (tambang) dan energi yang potensial untuk dikembangkan secara komersil antara lain emas, tembaga, nikel, batu gamping, belerang, minyak bumi, dan energi panas bumi yang terdapat di Kabupaten Maluku Tengah.

 

Ø Sebaran Bahan Galian

Bahan galian logam, terutama mineralisasi emas (Au) dan logam dasar seperti tembaga (Cu), timah hitam (Pb) dan seng (zn) tersebar di Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Seram Utara. Bahan galian tersebut belum dikelolah baik oleh investor maupun masyarakat, kegiatan penambangan rakyat belum pernah dilakukan karena masyarakat tidak memiliki pengetahuan teknis tentang tata cara pertambangan rakyat yang dapat dikelola.

Bahan galian non logam yang bernilai ekonomis penyebaranya dijumpai diseluruh kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah terutama kelompok jenis bahan galian golongan C (BGGC), potensi tersebut telah memberikan manfaat yang cukup besar bagi pengembangan masyarakat dan pembangunan daerah. Khusus untuk pengusahaan bahan galiam industri, batu gamping/marmer ditemukan di Negeri Sawai Kecamatan Seram Utara dan Negeri Latea Kecamatan Seram Utara Barat. Potensi batu gamping/marmer belum juga dikembangkan oleh masyarakat, sedangkan kegiatan stimulasi telah dilakukan oleh pemerintah. Bahan galian lempung tersebar di Kecamatan Saparua, Amahai dan Seram Utara. Potensi ini belum dikembangkan secara maksimal untuk pembuatan gerabah atau genteng, pemanfaatannya baru sebatas pembuatan batu tela untuk bahan bangunan. Untuk batubara telah ditemukan di Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Teluk Elpaputih.

Potensi minyak bumi dan gas telah diidentifikasi dengan adanya indikasi migas berupa rembesan gas ditemukan di Negeri Seti. Sektor non migas sementara dalam proses untuk pemberian ijin pengeboran terhadap tahap eksplorasi sumur taruhan lofin-1 d WKP Blok Seram Non Bula kepada Perusahaan CITIC Seram Energy Limited (CSEL) di Negeri Seti.

Tabel 6. 1 Sumber Daya Mineral dan Migas

No

Golongan Bahan Galian

Jenis Bahan Galian

Deposit (Cadangan)/Analisis LAB

Lokasi

Gugus Pulau

Ket

1

2

3

4

5

6

7

1

B

Belerang

-

Pulau TNS dan Kecamatan Banda

6

Belum Disurvei secara rinci

2

C

Batu Gamping

120.000.000 M³

Kecamatan Tehoru, Kecamatan Nusalaut, Kecamatan Saparua dan Kecamatan Seram Utara

5, 6 dan 3

Laporan PT. Dinamika Semen

3

C

Pasir Besi

-

Kecamatan Seram Utara dan Kecamatan Banda

3 dan 6

Belum Disurvei secara rinci

4

C

Andesit

23.750.000 M³

Kecamatan Leihitu

7

Laporan Kanwil Pertambangan dan Energi Provinsi Maluku

5

C

Lempung

12.487 Ton

Kecamatan Tehoru, Kecamatan Nusalaut dan Kecamatan Saparua

5 dan 6

Belum Disurvei secara rinci

7575000 M³, SiO = 51,55 - 53,46 %, AlO = 24,21 - 24,32%, FeO = 5,48 - 6,15 %, MgO = 1,05 - 1,12%, KO = 2,27 - 2,54 %

Desa Ouw (Kecamatan Saparua)

6

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2005)

± 6.097.000 M³

Desa Waraka (Kecamatan Teluk Elpaputih)

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

± 3.581.000 M³

Desa Haruru (Kecamatan Amahai)

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

38.288.000 M³

Kecamatan Elpaputih

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

52.470.000 M³

Desa Seti (Kecamatan Seram Utara Timur Seti)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

6

A

Batu Bara

Kalori conto = 4408 Kal/gr, Sulfur =< 1%, Kandungan Abu = 72,65 %, Ketebalan = 35 Cm berupa lensa lensa

Desa Saunulu (Kecamatan Tehoru)

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2005)

Kalori conto = 4100 Kal/gr, Sulfur =< 1,96 %, Kandungan Abu = 72,65 %, Ketebalan = ±100 Cm berupa lensa lensa

Kecamatan Elpaputih

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

7

B

Emas

Butiran emas berkisar 0,0004 mgr - 0,01 mgr

Desa Karlutu - Warasiwa (Kecamatan Seram Utara Barat)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2005)

Butiran emas berkisar 0,0008 mgr - 0,02 mgr

Desa Aketernate (Kecamatan Seram Utara Seti)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2005)

Indikasi Emas Aluvial; kandungan = 0,04 mgr - 2 mgr/M³

Desa Saunalu (Kecamatan Tehoru)

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006) Tahap Eksplorasi (pengeboran) oleh cicic Seram Energi Ltd

Mineralisasi emas dan logam dan logam dasar dalam batuan dengan kandungan Au= 2,4 gr/ton, Cu=0,2%, Pb = 1,07 L dan Zn = 5,5 %

Desa Haya (Kecamatan Tehoru)

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

Replecement logam sulfidaberindikasi logam dasar dan emas dalam batuan sedimen, kandungan: Emas = 33 ppb, timah hitam =1007 ppm, Zn 800 ppm, tembaga = 34 ppm

Desa Laimu (Kecamatan Elpaputih)

5

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

Replecement logam sulfida berindikasi logam dasar batu pasir - serpih, kandungan: Au = 2,4 gr/ton, cu =0,2 %, Pb = 0,57 %, Zn = 5,5

Desa Kaikeh (Kecamatan Seram Utara)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

8

A

Minyak dan Gas Bumi

Indikasi Migas berupa Gas

Desa Seti dan Wailoping (Kecamatan Seram Utara Timur Seti)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

9

C

Batu Gamping/Marmer

197750000 M³, SiO = 0,52 %, AlO = 2,13 %, Fe₂O₃=6,85%, CaO= 50,94 %, MgO = 0,96%

Desa Sawai (Kecamatan Seram Utara)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

50.220.000 M³, kuat tekan 600 -800 Kg/cm², penyerapan air 0,32 - 0,46 %, berat Jenis 2,58 - 2,62

Desa Latea (Seram Utara Barat)

3

Laporan Penyelidikan dan Pemetaan Semi Mikro SDM dan Migas, Dinas Pertambangan Kabupaten Maluku Tengah (2006)

 

Ø Potensi Ketenagalistrikan

Untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi, maka diperlukan suatu pengadaan energi alternatif yang ramah lingkungan tanpa mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Pencarian dan penggalian energi alternatif tersebut dapat dirujukan kepada potensi-potensi lain seperti air, surya dan angin selanjutnya dikategorikan Energi Baru Terbarukan (EBT). Energi Terbarukan (EBT) adalah sumber energi yang dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Jenis energi trbarukan meliputi panas bumi, mikrohidro, tenaga surya, tenaga gelombang, tenaga angin dan biomasa.

1. Energi Air

Kabupaten Maluku Tengah khususnya Pulau Seram kondisi geografisnya berupa pegunungan yang dialiri oleh 144 sungai, selain itu di daerah kepulauan lainnya juga berupa gunung dan bukit dengan potensi tenaga air dari skala kecil sampai besar. Berdasarkan hasil studi kelayakan Kabupaten Maluku Tengah mempunyai potensi PLTA Wae Isal sebesar 60MW (PLTA). Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Maluku Tengah dengan lembaga peneliti mengidentifikasi potensi PLTA di Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Seram Utara sebagai berikut:

· Kecamatan Tehoru

Kecamatan Tehoru terdapat 4 (empat) Sumber Energi Terbarukan (EBT) yang dapat dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Hidromikro dan 1 (satu) satu Lokasi air terjun yang dapat dikembangkan sebagai PLTA dalam skala besar.

· Kecamatan Seram Utara

Kecamatan Seram Utara terdapat 8 (delapan) titik Sumber Energi Terbarukan (EBT) yang dapat dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan 1 (satu) lokasi air terjun sungai Wai Isal yang dapat dikembangkan sebagai PLTA dalam skala besar.

 

Kegiatan inventarisasi potensi PLTA baru dilaksanakan pada dua kecamatan tersebut, karena pada kedua kecamatan tersebut masih ada desa-desa terpencil di pegunungan yang tidak masuk dalam Grid Nasional jalingan PLN.

 

2. Energi Geothermal

Potensi energi baru terbarukan dan ketenagalistrikan cukup menjanjikan untuk peluang investasi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu sebesar 10 MW, selain itu juga potensi panas bumi (Geothermal) lainnya ditemukan di Negeri Larike (Kecamatan Leihitu), Negeri Oma Kecamatan Pulau Haruku dan beberapa lokasi di Kecamatan Saparua dan Nusa Laut.

 

 

3. Energi Surya

Kabupaten Maluku Tengah mempunyai radiasi yang cukup untuk penerapan energi matahari (energi surya). Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dilaksanakan pada lokasi-lokasi yang tidak terjangkau jaringan PLN (Grid Nasional) terutama pada desa-desa terpencil didaerah pegunungan Kecamatan Seram Utara dan Kecamatan Tehoru. Potensi surya di Kabupaten Maluku Tengah berdasarkan peta radiasi Solarex sebesar 3,5 – 4 kWh/m2/hari, besaran radiasi matahari tersebut cukup baik untuk dikonversikan menjadi energi listrik.

 

 

Indonesian English French German Hindi Italian Portuguese Russian Spanish

Kepala Daerah

Pariwisata

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

A. Benteng Amsterdam...
23 November 2013
Banda Naira

Banda Naira

Berbicara banda neira...
13 November 2013
Benteng Belgica

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada...
13 November 2013
Upacara Pukul Sapu

Upacara Pukul Sapu

Upacara ini gelar untuk...
13 November 2013
Bambu Gila

Bambu Gila

Mantra, kemenyan, dan...
13 November 2013

Statistics Pengunjung

  • Kunjungan : 260229