KELAUTAN DAN PERIKANAN

PDFCetakSurel

KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALUKU TENGAH

 

Pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Maluku Tengah sangat tergantung pada potensi sumberdaya pesisir, laut dan pulau-pulau kecil yang dimiliki. Jumlah pulau sebanyak 42 buah (termasuk pulau besar, Pulau Seram) dengan panjang garis pantai 1.375.529 km,dan luas perairan wilayah kelola 7.436,29 km2.

Potensisumberdaya perairan yang dimiliki Kabupaten Maluku Tengah mampu mendukung pembangunan ekonomi wilayah serta ekonomi masyarakatnya. Sumberdaya potensial yang dimiliki adalah hutan mangrove, padang lamun, alga dan terumbu karang serta sumberdaya ikan, moluska, ekinodermata dan krustase. Kegiatan yang dapat dikembangkan untuk tujuan pengembangan ekonomi masyarakat terfokus pada perikanan tangkap, budidaya perairan dan pengolahan hasil perikanan skala kecil, pengembangan sentra usaha dan klaster perikanan.

 

Kegiatan-kegiatan ekonomi produktif yang dikembangkan selama ini antara lain kegiatan penangkapan ikan, budidaya perairan, pengolahan hasil perikanan dan pemasaran produk perikanan. Sesuai potensi itu, banyak kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikembangkan, antara lain :

1.      Pemanfaatan sumberdaya yang dapat diperbaharui :

a.      Penangkapan dan budidaya ikan dan organisme laut lainnya

b.      Pemanfaatan hutan mangrove dan terumbu karang

c.      Pemanfaatan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil

2.      Pemanfaatan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui :

a.      Pengembangan desalinasi air laut untuk menghasilkan garam dan bahan bio-kimia lainnya

3.      Pemanfaatan sumberdaya energi kelautan :

a.      Pemanfaatan energi gelombang

b.      Pemanfaatan energi pasang surut

c.      Pemanfaatan konversi energi panas laut

d.      Pemanfaatan energi angina

4.      Pemanfaatan jasa lingkungan

a.      Transportasi dan komunikasi

b.      Ekowisata bahari

5.      Konservasi dan rehabilitasi :

a.      Transplantasi terumbu karang untuk kepentingan ekonomi

b.      Konservasi dan rehabilitasi terumbu karang

c.      Konservasi dan replantasi bakau

 

 

 

Kegiatan yang dapat dikembangkan untuk tujuan pengembangan ekonomi masyarakat terfokus pada perikanan tangkap, budidaya perairan dan pengolahan hasil perikanan skala kecil pengembangan, pengembangan sentra usaha dan klaster perikanan. Kegiatan perikanan tangkap paling banyak diusahakan, Sementara budidaya perikanan tidak hanya dijalankan oleh perusahaan pemodal kuat di daerah dan nasional, namun dikembangkan juga oleh masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Tabel 3. 1 Potensi Perikanan Tangkap

 

Variabel

Dimensi

1.

Jumlah pulau

42 pulau

Pulau berpenduduk

17 pulau

Pulau tidak berpenduduk

25 pulau

2.

Panjang garis pantai

1.375,529 km

3.

Luas perairan 0-4 mil

7.436,29 km2

4.

Luas Perairan 4-12 mil

10.739,23 km2

5.

Luas hutan Manggrove

70,57 km2

6.

Luas padang lamun

18,79 km2

7.

Luas terumbu karang

67,42 km2

8.

Luas wilayah tangkap :

Jalur Ia : 0-3 mil

4.422,27 km2

Jalur Ib : 3 – 6 mil

4.507,42 km2

Jalur II : 6 – 12 mil

8.207,32 km2

Jalur III : > 12 mil

16.625,10 km2

9.

Potensi Sumberdaya Ikan :

Pelagis kecil

10.768,64 km2

Pelagis besar ( 0 - 4 mil laut)

4.385,57 km2

Pelagis besar (4 - 12 mil laut)

6.268,16 km2

Demersal

3.524,16 km2

 

Sumber Data : Profil Perikanan Kabupaten Maluku Tengah 2010

Komoditi sumberdaya perikanan yang berasal dari perairan Kabupaten Maluku Tengah juga diolah menjadi produk jadi dan dikembangkan di kecamatan-kecamatan dalam bentuk sentra-sentra produksi. Komoditi perikanan olahan yang utama adalah berupa ikan asin dan ikan asar/asap.

Tabel 3. 2 Jenis Olahan Perikanan dan Sentra Pengembangan

 

Jenis olahan

Kecamatan

Sentra(Desa/Dusun) Pengembangan

Ikan Asin

Tehoru

Tehoru, Laimu, Laha Kaba, Sakanusa

Banda

Kampung Baru, Nusantara, Rajawali dan Merdeka

Seram Utara

Wahai, Malku, Air Besar

Ikan Asap/Asar

Amahai

Amahai, Sepa, Yainuelo, Rutah, Soahuku , Makariki

Saparua

Haria, Tiouw, Nolloth, Ihamahu, Tuhaha, Sirisori Amapati

Nusalaut

Ameth, Abubu, Titawae, Sila

Kota Masohi

Lesane, Namaelo, Namasina, Letwaru

Banda

Kampung Baru, Nusantara, Rajawali dan Merdeka

Leihitu

Asilulu

Salahutu

Tulehu dan Tial

Seram Utara

Wahai, Malaku dan Air Besar

 

Sumber Data : Profil Perikanan Kabupaten Maluku Tengah 2010

Untuk mendukung sub sektor perikanan tangkap, di Kabupaten Maluku Tengah juga telah beroperasi beberapa perusahaan yang khusus di penyimpanan dingin (cold storage), dengan kapasitas 500-600 ton.

Tabel 3. 3 Perusahaan Cold Storage Perikanan

 

No

Perusahaan

Lokasi

1

PT.Muroaji Makariki Mandiri

Kecamatan Amahai

(Makariki)

2

PT. Anugerah Tehoru Manise

Kecamatan Tehoru

(Tehoru)

3

PT. Aneka Sumber Tata bahari

Kecamatan Salahutu

(Tulehu)

4

PT. Ureng Nusa Telu

Kecamatan Leihitu (Ureng)

5

PT.Nipon Suissan Indonesia

(NISSUI)

Kecamatan Seram Utara

(Arara, Pasahari, Tanah Abang)

 

Sumber Data : Profil Perikanan Kabupaten Maluku Tengah 2010

Selain itu, di Kabupaten Maluku tengah telah berkembang perusahaan mutiara seluas 17 ha di Kecamatan banda. Perusahaan tersebut adalah PT. Banda Marine. Untuk menunjang aktivitas perikanan tangkap, di Kabupaten Maluku Tengah juga telah dikembangkan infrastruktur penunjang kegiatan perikanan, dimana terdapat 5 pabrik es yang berkapasitas 10-50 ton yang tersebar di 5 Kecamatan dan 1 pelabuhan pendaratan ikan di Kecamatan Amahai.

 

Tabel 3. 4 Infrastruktur Penunjang Kegiatan Perikanan Tangkap

 

No

Jenis Prasarana

Jumlah (Unit)

Kapasitas (Ton)

Lokasi

1

Pabrik Es

1

15

Kecamatan Amahai

2

Pabrik Es

1

10

Kecamatan Tehoru

3

Pabrik Es

1

10

Kecamatan Seram Utara

4

Pabrik Es

1

50

Kecamatan Salahutu

5

PPI Masohi

1

3

Kecamatan Amahai

6

Pabrik Es

1

30

Kecamatan Leihitu

 

1. Potensi Budidaya Perairan

Usaha budidaya sebagai salah satu kegiatan ekonomi produktif memiliki peluang investasi yang kuat terutama pengembangan teknologi budidaya. Budidaya perairan dapat dikembangkan di beberapa lokasi, sesuai potensi sumberdayanya. Jenis-jenis sumberdaya ikan yang direkomendasikan untuk usaha budidaya antara lain : udang windu, udang karang, udang putih, teripang, kepiting bakau, ikan kerapu, ikan baronang dan rumput laut. Adapun beberapa teknik budidaya yang dapat digunakan dalam hubungan dengan budiya perairan, meliputi: keramba jaring apung, rawai permukaan, rawai dasar, tambak, kurungan tancap dan rakit.

Di Kecamatan Seram Utara, khususnya di pulau tujuh berpeluang dikembangkan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, udang karang dan grafarium tumidum. Di Teluk Saleman, pengembangan usaha budidaya udang windu dan udang udang putih, grafarium tumidum, teripang, ikan baronang dan rumput laut. Di Wahai pengembangan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, teripang, udang karang dan udang putih. Di Pasahari, pengembangan usaha budidaya teripang, udang putih dan kepiting bakau. Kecamatan Teluk Elpaputih, pengembangan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, ikan baronang, udang windu, udang putih dan teripang. Kecamatan Leihitu, khususnya di lokasi negeri asilulu, Hila dan Hitu, pengembangan usaha budidaya rumput laut dan ikan baronang. Kecamatan Salahutu, Khususnya pada lokasi Negeri Waai, Liang, Suli dan Tial, pengembangan usaha budidaya grafarium tumidum, rumput laut, teripang, ikan baronang, kepiting bakau dan udang karang. Kecamatan Pulau Haruku, pengembangan usaha budidaya meliputi rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau dan udang karang. Kecamatan Saparua, pengembangan usaha budidaya yaitu rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau, udang karang dan teripang. Kecamatan Nusalaut, pengembangan usaha budidaya rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau, udang karang, teripang, dan penangkaran penyu. Kecamatan Banda, pengembangan usaha budidaya ikan baronang, rumput laut, udang karang dan mutiara. Di sekitar Pulau Nila, dapat dikembangkan usaha budidaya ikan kerapu, rumput laut dan udang karang.


 

Potensi Ikan Karang

Kecamatan

Potensi ikan karang (Jumlah jenis)

∑Sp

Ikan Konsumsi

Ikan Hias

Seram Utara

135

72

63

Tehoru

84

49

35

Saparua

165

68

97

Haruku

88

47

41

Leihitu

185

71

114

Banda

209

97

112

TNS

Tad

Tad

Tad

Amahai

105

42

63

Nusalaut

156

66

90

Kota Masohi

60

24

36

Salahutu

115

65

50

Keterangan : tad = tidak ada data

Potensi sumberdaya perairan lainnya di perairan Maluku Tengah yaitu Fauna Bentik dan Alga.Potensi sumberdaya bentik dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai komoditi perikanan potensial. Potensi sumberdaya bentik itu antara lain, moluska (siput dan kerang), ekhinodermata seperti teripang dan juga lili laut, krustasea (rajungan, udang barong dan udang penaid), porifera (spons) dan algae. Tiga jenis udang barong (udang karang) yang bernilai ekonomis penting yaitu,panalirus versicolor, panalirus penicilatus dan panalirus polyphagus.


Dari kelompok ekhinodermata ; teripang, bulu babi, duri babi, binatang laut, bintang mengular dan lili laut menempati perairan pesisir dan pulau-pulau kecil di semua wilayah ekologis. Jenis-jenis ekhinodermata yang dimanfaatkan untuk konsumsi harian seperti teripang dan bulu babi, yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Salah satu makrofauna bentos yang cukup menonjol adalah spons dan merupakan sumberdaya masa depan yang sangat potensial karena mengandung bahan bioaktif bagi industri farmasi dan kedokteran yang belum dimanfaatkan. Di perairan pesisir Maluku Tengah mempunyai terumbu karang yang memiliki potensi spons yang besar, terutama di Banda, Ambon-Lease serta Sapalewa-Pulau Tujuh.Jenis spons yang ditemukan adalah Reniochalina sp. Xetospongis sp., Coelocarteria sp., Cribrochalina spp., Spirastella sp., dan Acanthella sp.

Potensi sumberdaya lainnya yaitu makro alga yang tersebar di seluruh wilayah. Di Seram Utara ada terdapat 14 jenis, di Tehoru 5 jenis, di Saparua 24 jenis, di Pulau Haruku 3 Jenis, di Pulau Nusalaut 4 jenis, Leihitu 4 jenis, salahutu 9 jenis, di amahai 8 jenis dan di Tehoru 5 jenis. Dari semua jenis yang ditemukan, ada terdapat berapa jenis makro algae yang memiliki nilai ekonomis penting yaitu berasal dari genus Caulerpa, Gracilaria dan Hypnea.

 

1.Potensi Wisata Bahari

 

Dinamika pembangunan perikanan dan kelautan di wilayah ini juga dapat digerakan melalui pengembangan wisata bahari.Pengembangan wisata bahari juga diarahkan pada kegiatan wisata pancing yang terdistribusi di setiap wilayah kecamatan. Demikian juga objek lain seperti kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya seperti budaya sasi laut dan kearifan lokal lain yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan wisata bahari di Maluku Tengah.

Potensi  wisata bahari yang potensial di Kabupaten Maluku Tengah antara lain :

o   Terumbu karang dan tebing terumbu terjal (cliff) sekitar Pulau Pombo, P.Molana, Tj. Setan di P.Ambon, P.Nusalaut, Pulau Saparua, Pulau Haruku, Kepulauan Banda, Kepulauan TNS, dan kawasan sekitar pulau Tujuan  Seram Utara.

o   Saaru di depan Amahai, P.tujuh, Teluk Sawai, Wahai, Saaru Neneota di perairan P.Nusalaut dan Teluk Tuhaha, Saaru Tial

o   Kawasan Pesisir Tj.Kuako sebagai lokasi wisata pantai.

o   Areal sepanjangtubir terumbu karang dan lautan di setiap wilayah kecamatan, sangat potensial bagi wisata pancing, dengantarget utama adalah ikan-ikan dasar dan ikan pelagis besar.

o   Pesisir dan terumbu karang Pulau Tujuh;

o   Nesting penyu dan habitat burung maleo di Pulau Tujuh;

o   Perairan pesisir dan laut Pulau Nusalaut, Pulau Saparua, Pulau Haruku, kepulauan Banda, dan kepulauan TNS, dengan lingkungan pantai, terumbu karang, perairan selat dan laut sekitarnya, tempat mencari makan dan bertelur (nesting) penyu, habitat hidup jenis burung maleo dengan kondisi hutan yang relative alamiah dapat dikembangkan dan dikemas sebagai kawasan wisata eko-wisata yang potensial, termasuk wisata ilmiah.

o   Hutan mangrove di perairan pesisir wahai, Teluk Elpaputih, Hulaliu dan Tuhaha dan haria.

Kehadiran dugong dan penyu hijau pada sejumlah pulau kecil yang memiliki pantai pasir putih dan hamparan lamun yang luas, merupakan kawasan potensial bagi pengembangan eko-wisata.

 

 

Indonesian English French German Hindi Italian Portuguese Russian Spanish

Kepala Daerah

Pariwisata

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

A. Benteng Amsterdam...
23 November 2013
Banda Naira

Banda Naira

Berbicara banda neira...
13 November 2013
Benteng Belgica

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada...
13 November 2013
Upacara Pukul Sapu

Upacara Pukul Sapu

Upacara ini gelar untuk...
13 November 2013
Bambu Gila

Bambu Gila

Mantra, kemenyan, dan...
13 November 2013

Statistics Pengunjung

  • Kunjungan : 278831