Jamkesda, Pemkab Malteng MOU Dengan BPJS

PDFCetakSurel

Masohi.....

Komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat miskin terus di optimalkan. Salah satunya adalah memberikan fasilitas jaminan kesehatan daerah (Jamkesda)  bagi masyarakat miskin yang tidak menerima atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak aktif.

Untuk membuktikannya,  maka Bupati Maluku Tengah (Tuasikal Abua, SH),  telah menyepakati pemberlakukan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang terintegrasi didalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) Kesehatan Perwakilan Maluku pada Senin (21/08) kemarin, bertempat di  ruang Pertemuan Bupati Maluku Tengah, kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan MOU (Memorendum Of Understanding).

"Nantinya kesepakatan dalam bentuk kerja sama yang sudah ditanda tangani itu, hanya berlaku dalam setahun sekali dan akan diperpanjang lagi. sementara syarat penerima Jamkesda, tentunya masyarakat Maluku Tengah yang tingkat pendapatan ekonominya masuk kategori tidak mampu, dan juga bagi masyarakat pemegang kartu KIS yang sudah dinonaktifkan Kementerian Sosial tetapi memiliki hak untuk mendapatkan Jamkesda." Demikian disampaikan Kepala BAPPEDA dan LITBANG Maluku Tengah, (DR.  Rakib Sahubawa, S. Pi. M.Si), kepada pers Selasa (22/8/17) di Masohi.

Dijelaskan, prosedur untuk mendapatkan Kartu Jamkesda tentunya melewati beberapa proses, baik itu lewat Pemerintah Negeri atau Pemerintah kelurahan sesuai syarat-syarat yang telah ditentukan. Sementara untuk sumber pembiayaan Jamkesda, di peroleh melalui pembiayaan dari APBD Kabupaten Maluku Tengah.

"Ini merupakan program Bupati Maluku Tengah, yang mana beliau menginginkan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi diberi akses untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. sehingga dalam perencanaan, kita masukkan sebagai salah satu program yang sumber pembiayaannya berasal dari APBD," terangnya. Selain pembiayaan Jamkesda dari APBD langsung,juga bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dengan tujuan yang sama yakni meningkatkan derat kesehatan masyarakat miskin.

Untuk saat ini lanjut Kepala BAPPEDA dan LITBANG Maluku Tengah, (DR.  Rakib Sahubawa, S. Pi. M.Si), peserta Jamkesda yang sudah tercover secara By Name, By Address, baru sekitar 6000 jiwa. dan proses penambahan peserta masih terus berlanjut hingga tercover semua masyarakat miskin yang belum terdata.

"Penerima Jamkesda untuk tahun ini yang sudah tercover dari wilayah kelurahan sebanyak 2000 jiwa dan 4000 jiwa dari Negeri, ini akan terus berlanjut karena data peserta belum final," tandasnya.

Menurutnya,  6000 peserta Jamkesda yang pembiayaannya bersumber dari APBD masih berfokus di kelurahan. nantinya, jika disemua kelurahan, masyarakat penerima jamkesda sudah tuntas, maka kita alihkan ke Negeri. "Sementara dari Anggaran ADD setiap Negeri dapat membiayai Jamkesda minimal 50 peserta. dan itu sudah menjadi kebijakan Bupati Maluku Tengah (Tuasikal Abus, SH)," katanya.

Dan untuk di ketahui, dalam waktu dekat pemerintah akan mendistribusikan kartu Jamkesda kepada masyarakat penerim yang sudah terdaftar.  "Dengan program ini,  nantinya masyarakat miskin tidak lagi mengeluh atas pelayanan kesehatan, karena sudah ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Malteng," tegasnya....

Sumber : Tim Web Diskominfo Malteng 2017

Indonesian English French German Hindi Italian Portuguese Russian Spanish

Kepala Daerah

Pariwisata

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

A. Benteng Amsterdam...
23 November 2013
Banda Naira

Banda Naira

Berbicara banda neira...
13 November 2013
Benteng Belgica

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada...
13 November 2013
Upacara Pukul Sapu

Upacara Pukul Sapu

Upacara ini gelar untuk...
13 November 2013
Bambu Gila

Bambu Gila

Mantra, kemenyan, dan...
13 November 2013

Layanan Aduan

Statistics Pengunjung

  • Kunjungan : 288363