Masa Tugas Guru SM-3T Berakhir

PDFCetakSurel

Masohi..

Setelah melaksanakan tugas mengajar sebagai guru daerah terdepan dan tertinggal (SM-3T), di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) melalui program Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan RI,  selama satu tahun ajaran, sejak agustus 2016 hingga agustus 2017. Akhirnya,  sesuai kalender kontrak kerja, masa tugas para guru daerah terdepan dan tertinggal ini berakhir.

Dinas Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, secara resmi melepaskan para guru SM-3T kembali ke tempat asal yakni Provinsi Jawa Tengah pada Universitas Negeri Semarang yang merekrut para guru tersebut.  Acara pelepasan di pimpin langsung oleh Bupati Maluku Tengah (Tuasikal Abua, SH).  Senin,(21/8), di pusatkan di Gedung Paguyuban Jawa Nusa Ina Masohi.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa dengan terlaksananya acara pelepasan ini berarti tugas dan tanggungjawab sebagai guru SM-3T di daerah ini sudah selesai. Namun selaku pribadi dan atas nama pemerintah daerah beserta masyarakat Kabupaten Maluku Tengah, saya berharap bahwa akhir tugas saudara-saudara selaku Guru SM-3T di daerah ini bukanlah akhir dari kebersamaan kita sebagai sesama orang basudar.

"Saya berharap hanya panggilan tugas, tempat tinggal dan jarak yang memisahkan kita, namun jiwa dan ikatan bathin serta hubungan silaturahmi antara kita terutama dengan masyarakat dan daerah ini kiranya selaIu ada dalam tiap sanubari kita semua," harapnya. 
Mengingat lanjut Bupati Maluku Tengah (Tuasikal Abua, SH),  aspek pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dari masyarakat, sekaligus merupakan hak asasi setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Sehingga untuk memenuhi hak warga negara di bidang pendidikan perIu kerja keras, kerja bersama, dan kepedulian pemerintah dan semua komponen bangsa. 
"Pentingnya kepedulian dan keterlibatan semua pihak untuk memenuhi kebutuhan pendidikan karena masih terdapat banyak permasalahan di dunia pendidikan yang perlu diatasi secara bersama, misalnya masalah pemerataan tenaga guru maupun kualitas pendidikan yang terjadi di seluruh Indonesia," terangnya.

Terkait dengan kondisi sektor pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah, perlu diakui bahwa masih terjadi disparitas yang cukup nyata terhadap pelayanan pendidikan. Misalnya masih terjadi kesenjangan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah antar wilayah kecamatan, antar Sekolah dengan Sekolah, kurangnya kerja sama lintas sektor, serta kepedulian dan pemahaman para stakeholder terhadap konsep dan mekanisme pelaksanaan kegiatan pendidikan yang masih rendah.

Untuk menuju pada pemenuhan dan pemerataan pendidikan yang efektif, negara dan pemerintah antara lain hadir melalui program yang dikenal dengan nama Sarana Mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T) sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah pemerataan dan kuaIitas pendidikan di Indonesia. Kehadiran program SM-3T ini temyata seialan dengan upaya serius dan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat di daerah lni," ujarnya.

Sumber : Tim Web Diskominfo Malteng 2017

Indonesian English French German Hindi Italian Portuguese Russian Spanish

Kepala Daerah

Pariwisata

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

A. Benteng Amsterdam...
23 November 2013
Banda Naira

Banda Naira

Berbicara banda neira...
13 November 2013
Benteng Belgica

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada...
13 November 2013
Upacara Pukul Sapu

Upacara Pukul Sapu

Upacara ini gelar untuk...
13 November 2013
Bambu Gila

Bambu Gila

Mantra, kemenyan, dan...
13 November 2013

Layanan Aduan

Statistics Pengunjung

  • Kunjungan : 288364