Tim Ekspedisi NKRI Harus Bisa Menjangkau Masyarakat Suku Terasing

PDFCetakSurel

Kabupaten Maluku Tengah memiliki luas wilayah 275.907 kilometer ya ngterdiri dari wilayah lautan 264.311,43 kilometer  (95,80%) dan daratan seluas 11.597 kilometer (40,42%) dengan panjang garis pantai 1.256.030 kilometer.

Sebelah Utara berbatasan dengan laut Seram, sebelah Selatan berbatasan dengan laut Banda, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Barat, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Timur, dan Kabupaten ini memiliki 17 Kecamatan dan merupakan Kabupaten yang terluas di Propinsi Maluku.

Demikian dijelaskan Bupati Maluku Tengah  Tuasikal Abua, SH di depan Tim Ekspedisi NKRI
yang di pimpin oleh Letkol ANGGARSIH. M dari satuan Kopasus dan Dandim 1502 Binaiya Masohi.

Dalam arahannya Bupati katakan,  saat ini pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten yang dijuluki
Pamahanu Nusa ini sangat antusias dan menerima Tim Ekspedisi NKRI 2014 guna memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Kabupaten ini.

Tuasikal mengharapkan tim Ekspedisi dalam melaksanakan tugasnya dan selama berada di Maluku Tengah harus bisa menjangkau masyarakat atau penduduk terasing yang ada di pegunungan yang dilakukan dengan
perjalanan kaki dan memakan waktu bisa mencapai tiga hari terutama bagi suku terasing yang ada di dataran Kecamatan Seram Utara maupun di Seram Selatan.

Menurutnya,  suku terasing seperti suku Naulu di pedalaman pulau Seram ini, sangat merindukan kedatangan tim Ekspedisi di perkampungan mereka, dan suku ini juga siap untuk menceritakan keberadaan kehidupan mereka.

Bupati  berharap agar Tim Ekspedisi dapat melakukan tugasnya dengan baik dan mampu melakukan kajian-kajian terhadap keberadaan daerah ini termasuk corak hidup suku-suku terasing maupun dapat
mengungkapkan berbagai macam sumber daya alam dan sumber daya mineral yang ada terkandung di bumi Maluku Tengah.

Selain itu juga sistim kehidupan masyarakat Maluku Tengah yang erat kehidupannya antara satu
dengan yang lain yang biasa di sebut pela dan gandong, ini juga merupakan sistim budaya yang perlu di telaah oleh tim Ekspedisi agar menjadi satu catatan sejarah terpenting bagi masyarakat Indonesia
terutama di Propinsi Maluku ini,"ungkap Tuasikal.(TM07)

Indonesian English French German Hindi Italian Portuguese Russian Spanish

Kepala Daerah

Pariwisata

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

A. Benteng Amsterdam...
23 November 2013
Banda Naira

Banda Naira

Berbicara banda neira...
13 November 2013
Benteng Belgica

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada...
13 November 2013
Upacara Pukul Sapu

Upacara Pukul Sapu

Upacara ini gelar untuk...
13 November 2013
Bambu Gila

Bambu Gila

Mantra, kemenyan, dan...
13 November 2013

Layanan Aduan

Statistics Pengunjung

  • Kunjungan : 278804