Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal Buka TWKM Se-Indonesia

PDFCetakSurel

Menjadikan Mapala Perguruan Tinggi Se-Indonesia sebagai Sentrum Gerakan Civil Society Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup’ merupakan tema yang diusung Darussalam Mahasiswa Pecinta Alam (Darmapala) dalam Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) yang ke-25. Ratusan mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia yang tergabung dalam organisasi mahasiswa pencinta alam (Mapala) ikut ambil bagian di event berskala nasional itu.

Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal mengungkapkan, di era reformasi dan pemenasan gbobalisasi saat ini, setiap manusia termasuk generasi muda dituntut untuk dapat mengembangakan potensi melalui peningkatan pola pikir yang mampu memmahami dan menjawab berbagai persoalan dan realita sosial kehidupan yang tengah terjadi. ‘’SDM yang cerdas, kritis, kreatif dan inovatif dibutuhkan guna berkontribusi secara langsung bagi terselenggaranya pencegahan akan ancaman alam yang saaat kini kian terjadi dimana-mana termasuk Maluku,’’cetus Tuasikal saat membuka TWKM di Bumi Kampus Merah, Rabu (20/11).

Kata Tuasikal, melalui kegiatan ini, dapat menjadi ikon dalam upaya membentuk generasi bangsa yang kuat dalam menghadapi setiap dinamika perkebangan dan ancaman lingkungan yang ada di bangsa ini. ‘’Kegiatan Mapala ini harusnya benar-benar berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan umum dengan menggunakan interdisiplin dan memperkokoh jati diri sebagai masyarakat yang dijiwai dengen semangat gotong royong untuk membangaun bangsa ini,’’ ujarnya.

Dirinya mengajak mahasiswa pecinta alam untuk selalu mengembangkan organisasi secara profesional dengan semangat patriotisme dan nasionalisme kepada bangsa dan negara. ‘’Jadikan Darmapala sebagai organisasi pembinaan mahasiswa secara inklusif terhadap masukan dan kritikan. Hal ini penting, sebab keterbukaan organisasi dalam merangkul setiap aspirasi akan memberikan citra positif bagi kehidupan masyarakat,’’ katanya.

Tuasikal mengatakan, ada beberapa hal penting yangh harus dipedomani bersama yaitu setiap anggota Mapala harus menumbuhkan sikap idealisme untuk mengabdi kepada masyarakat. Terus perkokoh persatuan dan kesatuan sebagai jati diri bangsa diantara seluruh anggota Mapala agar terbangun kekompakan demi mencapai tujuan organisasi.

Dibagian lain, Rektor Unidar Ambon, Ibrahim Ohorella menuturkan, perjuangan Darmapala sebagai tuan rumah TWKM tidak gampang. Ada beberapa kandidat atau pesaing berat untuk menjadi tuan rumah. Tapi, dengan keinginan yang kuat untuk menjadi tuan rumah, akhirnya bisa  bisa terwujud. ’’Semua berkat kerja keras teman-teman yang ada di Darmapala,’’ kata Ohorella.

Dirinya menambahkan, kegiatan ini dapat memberikan rasa kepercayaan masyarakat terhadap Unidar. Meskipun berstatus swasta, tapi melaksanakan kegiatan bertaraf nasional. ‘’Ini juga bagian dari tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat,’’demikian Ohorella.

Sayang, Darusalam Mahasiswa Pecinta Alam (Darmapala) yang menjadi tuan rumah pada TWKM ke-25 ini serasa ‘dianaktirikan’ oleh pemerintah pusat. Hal ini jelas, karena tak seorangpun delegasi dari kementerian lingkungan hidup, DPR RI maupun  Dirktor Jenderal Pendidikan Tinggi yang datang mengikuti kegiatan berskala nas

Indonesian English French German Hindi Italian Portuguese Russian Spanish

Kepala Daerah

Pariwisata

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

Wisata Sejarah di Kecamatan Leihitu

A. Benteng Amsterdam...
23 November 2013
Banda Naira

Banda Naira

Berbicara banda neira...
13 November 2013
Benteng Belgica

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada...
13 November 2013
Upacara Pukul Sapu

Upacara Pukul Sapu

Upacara ini gelar untuk...
13 November 2013
Bambu Gila

Bambu Gila

Mantra, kemenyan, dan...
13 November 2013

Layanan Aduan

Statistics Pengunjung

  • Kunjungan : 310355